Mengapa Berbuat Baik Itu Sulit? Ini Rahasia Agar Bisa Terus Istiqomah!
Memulai sebuah kebaikan biasanya terasa sangat mudah. Ketika bulan Ramadan tiba, atau saat kita baru saja menghadiri acara ceramah yang menyentuh hati, semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik begitu membara. Kita mulai rajin beribadah, memperbanyak sedekah, dan menjaga lisan.
Namun, tantangan sebenarnya bukanlah memulai, melainkan mempertahankan atau yang biasa kita kenal dengan istilah istiqomah.
Secara psikologis dan praktis, istiqomah memerlukan disiplin yang kuat, pembentukan kebiasaan baru (habit building), serta lingkungan yang mendukung. Banyak ahli menyarankan agar kita mulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten daripada langkah besar yang mendadak lalu berhenti di tengah jalan.
Namun, apakah disiplin diri dan teori pembentukan kebiasaan saja cukup untuk menjaga kita tetap di jalan yang lurus? Mengapa di tengah jalan, langkah kita sering kali mendadak terasa begitu berat?
Bangun dari Kelalaianmu! Wahai Jiwa yang Tertipu!
Jangan pernah engkau mengira bahwa hilangnya rasa semangatmu untuk berbuat baik hanya sekadar "rasa malas biasa" atau "kejenuhan psikologis"!
Ketahuilah! Itu adalah perangkap! Itu adalah jerat tipu daya Iblis dan Syaitan yang dilaknat Allah!
Ketika engkau menunda shalatmu, ketika engkau berat mengeluar sebagian hartamu untuk sedekah, ketika matamu dengan mudah memandang maksiat—saat itulah Syaitan sedang tertawa terbahak-bahak melihat lehermu terjerat tali kekufuran! Mereka tidak akan pernah berhenti sampai mereka berhasil menyeretmu bersama-sama masuk ke dalam jurang kebinasaan!
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS. Fathir: 6)
Apakah engkau sudah lupa ke mana arah jalan orang-orang yang berpaling dari kebaikan? Engkau sedang berjalan menuju Neraka Jahannam! Tempat di mana bahan bakarnya adalah manusia dan batu-batu keras!
Mampukah engkau menahan kulitmu yang dikupas dan dibakar hingga hangus, lalu diganti dengan kulit baru agar engkau bisa merasakan pedihnya siksaan secara terus-menerus tanpa henti? Mampukah engkau meminum air tembaga mendidih yang menghancurkan isi perutmu seketika?
Ingatlah! Engkau tidak akan sendirian di sana!
Engkau akan dikumpulkan bersama perkumpulan orang-orang yang sesat—para penjahat, pezina, pemakan harta haram, dan pendusta agama yang saling mengutuk satu sama lain! Mereka menangis darah, melolong kesakitan, memohon untuk dikembalikan ke dunia walau hanya sekejap, namun pintu taubat telah dikunci rapat untuk selama-lamanya! Apakah engkau ingin menjadi bagian dari rombongan yang terkutuk itu?!
Kembalilah, Pintu Ampunan-Nya Selalu Terbuka
Wahai saudaraku... Ketuklah hatimu sebelum kematian yang memutus segala nikmat itu datang tanpa permisi. Jangan biarkan dirimu tenggelam dalam penyesalan yang tiada guna.
Setan boleh jadi terus mencoba menjatuhkanmu, namun kasih sayang Allah jauh lebih besar dari seluruh dosa dan kelalaianmu. Allah tidak pernah lelah mengampuni hamba-Nya yang mau melangkah kembali kepada-Nya.
Jika hari ini langkahmu terasa berat untuk istiqomah, paksakanlah! Lawanlah bisikan iblis itu dengan mengingat janji-janji Allah yang tidak pernah ingkar:
Lakukan kebaikan sekecil apa pun: Walau hanya tersenyum, menahan lisan dari ghibah, atau bersedekah selembar uang kertas. Allah tidak pernah menyia-nyiakan pahala kebaikan hamba-Nya.
Tinggalkan lingkungan yang menyesatkan: Dekatilah majelis ilmu, carilah sahabat-sahabat shalih yang menasihatimu dalam kebenaran, bukan yang mengajakmu tertawa di atas perbuatan maksiat.
Perbanyak doa memohon keteguhan hati: Mintalah kepada Sang Pemilik Hati agar menjagamu tetap berada di atas jalan-Nya.
Ingatlah janji Allah bagi mereka yang bersabar dan teguh berdiri di atas kebaikan:
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Tuhan kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan kedudukan mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: 'Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.'" (QS. Fussilat: 30)
Bayangkan sebuah balasan di mana engkau akan disambut oleh para malaikat, dimasukkan ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, tempat di mana tidak ada lagi rasa lelah, kesedihan, maupun ketakutan. Tempat pertemuan indah dengan Rasulullah SAW dan orang-orang shalih.
Mari perbaiki diri hari ini, jam ini, dan detik ini juga. Jangan tunggu esok hari, karena kita tidak pernah tahu apakah esok adalah hari kepulangan kita. Semoga Allah senantiasa meneguhkan hati kita dalam ketaatan hingga akhir hayat (husnul khatimah). Amin.
By : Kelompok big boom (Faeyza DH, Abay, Rifky) IX A





Komentar
Posting Komentar