NIGHT OF THE NIGHT - NOX NOCTURNE

🌒 Night of the Night – Nox Nocturne

Nox Nocturne - Night of the Night (Official Audio) #NoirRoleplay

 

Kota Noir bukanlah kota yang tidur di malam hari. Cahaya lampu neon hanya menutupi kegelapan, bukan menghapusnya. Di balik lorong-lorong sempit dan bau besi berkarat, darah dan peluru sering menjadi bahasa yang lebih dimengerti daripada kata-kata.

Malam itu, hujan mengguyur aspal. Genangan air memantulkan cahaya merah dari papan reklame, seperti darah yang mengalir dari luka yang belum mengering. Di antara kabut dan hujan, tujuh bayangan bergerak cepat. Mereka adalah Nox Nocturne— Ave sang pemimpin dingin, Mike si ahli senjata, Harris yang brutal, Lin si pengendap senyap, Ivan sang ahli taktik, Max si penembak jarak jauh, dan Lai sang pengemudi gila.

Mereka punya satu tujuan malam itu: menghancurkan Razor Claw, geng yang telah merusak keseimbangan kota dan membantai beberapa warga sipil—termasuk adik Harris.


Pertemuan di Gudang Tua

Gudang di tepi pelabuhan Noir menjadi markas sementara. Ave menatap peta lusuh di atas meja besi.
"Target kita: markas Razor Claw di Karnaval. Mereka punya dua puluh orang bersenjata. Kita masuk, bersihkan, keluar. Tidak ada saksi," suaranya datar.

Harris meninju meja. "Aku mau kepala bos mereka, Vargo. Dia yang menusuk adikku."

Lin hanya mengangguk, tangannya sibuk memutar pisau lipat. Ivan mengatur jalur masuk lewat lorong-lorong belakang, sementara Max memasang peluru tajam di senapan sniper.

Ave menghela napas. "Ingat… malam ini, Noir akan mengingat siapa kita."


Aksi Dimulai

Jam menunjukkan pukul 02.14 saat van hitam milik Lai berhenti di dua blok dari markas Razor Claw. Hujan masih turun, menyamarkan langkah mereka.

Lin dan Harris bergerak duluan, menembus pagar kawat. Dua penjaga yang lengah hanya sempat menoleh sebelum leher mereka diiris Lin seperti kertas basah—sunyi, cepat, bersih. Darah mereka bercampur air hujan di aspal.

Di atap gedung seberang, Max sudah siap. Bidikan pertamanya meledakkan kepala salah satu sniper musuh. Potongan tengkorak beterbangan, menempel di kaca jendela.

Ave, Mike, dan Ivan masuk lewat pintu samping. Mike menembakkan shotgun-nya, membuat dua anggota Razor Claw terlempar ke dinding, dada mereka berlubang besar.


Pertempuran Berdarah

Markas Razor Claw berubah jadi neraka. Peluru menghujani ruangan. Jeritan bercampur suara kayu patah dan kaca pecah. Harris seperti binatang buas, menghantamkan batang besi ke wajah lawannya sampai rahang hancur. Ivan menusuk perut seorang musuh lalu memutar pisaunya perlahan, menatap mata korban sampai nyawanya pergi.

Lin muncul dari balik bayangan, menggorok leher dua orang sekaligus, lalu melempar pisau ke mata ketiga. Tidak ada ampun.

Lai, dari luar, menabrakkan van ke gerbang utama, menimpa tiga orang sekaligus. Tulang mereka patah di bawah roda.


Pertemuan dengan Vargo

Akhirnya, Ave menemukan Vargo di lantai atas. Vargo, pria besar dengan tatto di leher, memegang senapan otomatis.

"Jadi ini Nox Nocturne? Cuma anak-anak yang main perang," ejeknya.

Ave tidak menjawab. Dia melirik Harris. Tanpa ragu, Harris menembak lutut Vargo, membuatnya jatuh berlutut.
"Ini untuk adikku," bisiknya, lalu menusukkan pisau ke leher Vargo, menariknya ke samping hingga darah menyembur ke lantai seperti selang bocor.

Ave hanya menatap mayat itu, dingin, sebelum berkata, "Kirim pesan ke sisa Razor Claw. Noir milik kita."


Epilog

Mereka meninggalkan markas yang kini hanya puing dan mayat. Bau mesiu dan darah memenuhi udara. Di kejauhan, sirene polisi mulai meraung. Tapi di Noir, semua orang tahu…
Jika Nox Nocturne bergerak di malam hari, pagi mungkin tidak akan datang untuk musuh mereka.

rkgk nox nocturne 🐺 . #noirroleplay #gtavroleplay #fanart #feeds


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPS MEMANAJEMEN WAKTU BELAJAR YANG EFEKTIF

PONDOK HQBS

Wisata Borneo